Unisba Gelar Full Assessment Perluasan Lingkup Sertifikasi Profesi

Komhumas – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar kegiatan full assessment sebagai bagian dari rangkaian Perluasan Ruang Lingkup (PRL), Rabu (12/3). Kegiatan yang berlangsung di ruang Rektorat Unisba ini bertujuan untuk memeriksa seluruh materi uji kompetensi yang diajukan dalam PRL.

Full assessment ini dilakukan oleh Ade Syaekudin, Koordinator Lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta dihadiri oleh Ketua LSP Unisba, Dr. Kiki Zakiah, Dra., M.Si., bersama tim dan sejumlah asesor Unisba. Dalam kegiatan ini, dilakukan identifikasi terhadap 16 skema yang memerlukan perbaikan.

Ade Syaekudin menyampaikan bahwa skema sertifikasi yang diajukan perlu dipilah berdasarkan tingkat kebermanfaatannya, bukan sekadar kuantitasnya. Beliau mengatakan, LSP sebaiknya jangan berfokus pada banyaknya skema, tetapi pada nilai kebermanfaatannya agar mereka yang dinyatakan lulus sertifikasi lebih mudah terserap di dunia industri. Selain itu, pengujian atau assessment sebaiknya dilakukan di semester akhir agar masa berlakunya tidak habis.

“Skema yang diajukan harus sesuai dengan kompetensi teknis dan akademik lulusan. LSP memiliki peran penting sebagai penghubung antara dunia industri dan lembaga pendidikan. Oleh karena itu, tugas dan fungsinya tidak boleh diintervensi,” ujarnya.

Ade mengatakan, BNSP mendukung penuh upaya LSP dalam mendorong sertifikasi kompetensi. Sebagai mitra strategis, BNSP memiliki tanggung jawab dalam menjamin mutu LSP, baik dari sisi sarana, sumber daya manusia (SDM), maupun dokumen, agar kualifikasinya sesuai dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, Dr. Kiki Zakiah menyoroti tantangan yang dihadapi lulusan dalam dunia kerja, meskipun telah memiliki sertifikasi kompetensi. Beliau mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa lulusan masih kesulitan terserap di dunia industri. Oleh karena itu, beliau akan mempertimbangkan untuk lebih melibatkan industri dalam penyusunan materi uji kompetensi, termasuk dalam rekrutmen asesor dari industri

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membekali lulusan tidak hanya dengan sertifikasi, tetapi juga dengan ilmu yang relevan bagi masyarakat. “Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, selain kompetensi teknis, mereka juga harus memiliki soft skill yang baik serta memahami nilai-nilai aksiologi dan moral dalam pekerjaannya,” jelasnya.

Dengan adanya full assessment ini, diharapkan skema sertifikasi yang diusulkan oleh LSP Unisba dapat semakin selaras dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan yang tersertifikasi lebih mudah diterima di dunia kerja.

Press ESC to close