Pekerja Kesehatan Harus Professional dan Interprofessional

Dirut RSI. Sultan Agung, Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes saat memberikan materi dalam  seminar Nasional Kefarmasian Islam ke-7 bertema “Sinergi Apoteker Dengan Profesi Kesehatan Lain Terkait Interprofessional Collaboration Berlandaskan Prinsip-prinsip Islam”, di Aula Unisba, Kamis, (9/08).

KOMINPRO-Seorang pekerja kesehatan tidak cukup hanya menjadi professional tetapi juga ia harus Interprofessional.  Seorang interprofessional adalah seseorang  yang harus bisa bekerja sama dengan lintas profesi maupun rekan sejawat.

“Rumah sakit itu lingkungan yang padat profesi dan padat masalah. Semua aktivitas tidak terlepas dari peran apoteker, dokter, perawat, dan pasien. Ada kegiatan profesi dan interprofesi. Semua mempunyai hak memberikan yang terbaik bagi kesembuhan pasien tapi pada akhirnya dokter yang memutuskan,” kata Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes. dalam seminar Nasional Kefarmasian Islam ke-7 bertema “Sinergi Apoteker Dengan Profesi Kesehatan Lain Terkait Interprofessional Collaboration Berlandaskan Prinsip-prinsip Islam”, di Aula Unisba, Kamis, (9/08). Seminar ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Farmasi Fakultas MIPA Prodi Farmasi Unisba.

Dirut RSI. Sultan Agung itu mengungkapkan, terdapat depalan elemen yang dapat diaplikasikan untuk menjadi seorang interprofesional collaboration (IPC) yakni (1) Tanggung jawab; (2) akuntabel (terukur); (3) koordinasi; (4) komunikasi; (5) kerja sama; (6) asertif; (7) otonomi, (8) percaya dan respect. Menurutnya penerapan IPC  di rumah sakit syariah akan meningkatkan kualitas rumah sakit. “Penerapan IPC  di rumah sakit syariah akan meningkatkan kualitas rumah sakit. IPC juga menjamin masing-masing profesi bisa bekerja secara mandiri, kolaboratif dan delegatif.” ujarnya.

Seminar ini merupakan program tahunan yang rutin diselenggarakan dan dihadiri mahasiswa Farmasi dari berbagai Universitas di Indonesia. Terhitung 142 peserta turut berpartisipasi dalam seminar tersebut. Adapun narasumber yang didaulat menjadi pembicara diantaranya, Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes (Dirut RSI Sultan Agung), Ir. Hj. Ferika Aryanti, M.T, (Wakil Direktur LPPOM MUI Jawa Barat), Dr. Suwendar., M.Si, Apt (Praktisi apoteker), Dr. Dony Septriana R., MBA, M.HKes. (Praktisi dokter), Irma Nur Amalia., S.Kep., Ners.,M.Kep. (Praktisi perawat), Andhita Nurul Khasanah., S.Psi., M.Psi, Psikolog. (Praktisi psikolog).

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Fathan Said Ramadhan, menyampaikan, acara ini digelar guna memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa farmasi sebelum terjun dan memberikan kemanfaatan untuk masyarakat. Menurutnya, fenomena dalam dunia kesehatan saat ini menunjukkan kurangnya kerja sama antar tenaga profesi yang mengakibatkan kepentingan masyarakat terabaikan.

“Kami mengadakan acara ini karena sebuah alasan. Berasal dari satu Firman Allah yang berbunyi, Engkau melihat seolah-oleh mereka berjamaah padahal mereka tercerai-berai. Ini yang terjadi saat ini, pekerja kesehatan terlihat bekerja bersama-sama padahal pada kenyataanya punya kepentingan masing-masing,” ujarnya.

Penyelenggaraan seminar tersebut juga mendapatkan apresiasi dari wakil Rektor 2 Unisba, Dr. Atih Roaheti Dariah, SE., M.Si. Menurutnya tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, Dia menuturkan untuk membangun kondisi kesehatan di Indonesia dibutuhkan kerja sama yang baik antar tenaga kesehatan.

“Tema yang diambil mengandung spirit luar biasa karena untuk membangun kerja sama itu bukan hal yang sederhana. Dibutuhkan keramahan hati dan kesiapan untuk mau berbagi dalam diri seseorang hingga akhirnya kolaborasi dalam membangun komunikasi antar tenaga profesi bisa terjalin,” ucapnya. Dia berharap, kegiatan ini bisa memberikan bekal bagi para peserta yang kelak akan berkontribusi dalam pelayanan dunia kesehatan.(Feari/Sari)

Press ESC to close