(Terbit di Harian Kompas, Kamis/20 Januari 2022 dan laman adv.kompas.id)
Kuatnya arus perkembangan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Pandemi Covid-19 menjadi faktor pemicu Perguruan Tinggi untuk menjalankan proses pembelajaran secara cermat. Pembelajaran dimasa pandemi telah menjadi budaya baru untuk tetap dilaksanakan secara online learning, blended learning atau hybrid. Tentunya kegiatan ini perlu didukung oleh fasilitasi yang lengkap dengan kondisi jaringan internet dan teknologi yang dimiliki memenuhi standar minimal.
Perkuliahan secara online learning hanya dapat dioptimalkan untuk kelompok mata kuliah yang ranahnya pengetahuan tetapi tidak cukup efektif untuk matakuliah yang menuntut ranah keterampilan. Oleh karena itu Perguruan Tinggi dituntut untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung namun tetap taat asas pada protokol kesehatan covid-19 dan antisipasi sebaran varian baru yakni omricon yang telah memasuki Indonesia. Dalam hal ini Unisba hadir ditengah masyarakat merespon perkembangan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 dengan menjalankan pembelajaran tatap muka model hybrid (Hybrid learning) di kelas Multimedia. Hybrid learning adalah pendekatan pendidikan di mana pelajar memilih antara berpartisipasi secara online atau secara langsung.
Bagi mahasiswa, manfaat utama dari hybrid learning ini adalah fleksibilitas untuk dapat menentukan akan mengikuti kelas secara tatap muka atau dengan model asinkronus (online) , contoh : mahasiswa dapat mengatur antara jadwal belajar dengan jadwal kerja (hal ini mendukung konsep mahasiswa menjadi seorang lifelong learning dan program merdeka belajar kampus merdeka). Dari sudut pandang universitas, fakta untuk dapat menarik mahasiswa yang mengikuti sebuah kelas di kampus bisa dari mana saja dapat menjadi revolusi nyata. Kelas dapat dihadiri oleh mahasiswa langsung dikelas dengan memenuhi standard prosedur kesehatan, dan sebagian mahasiswa dapat mengikuti kegiatan perkuliahan pada waktu yang sama secara live ditempatnya masing-masing. Kelas multimedia memiliki fasilitas lengkap dan memanfaatkan teknologi masa kini.
Dosen yang masuk pada kelas multimedia telah memiliki kemampuan mengoperasikan fasilitas secara mandiri dan dapat berinteraksi langsung baik yang berada di kelas maupun di luar kelas (pembelajaran hybrid). Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan, merespon animo masyarakat yang ingin belajar di Unisba tanpa meninggalkan kampung halamannya, juga merespon regulasi pemerintah dalam hal pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mahasiswa dapat memilih opsi kehadiran dikampus baik offline maupun online, mahasiswa diluar Unisba, baik dalam dan luar negeri dapat memilih program merdeka belajar di Program studi manapun dengan mendaftar secara online dan mengikuti perkuliahan tanpa meninggalkan kampus asal dan tempat tinggalnya. Dengan kekuatan teknologi didukung oleh kapabilitas sumberdaya yang dimiliki Unisba bangkit merespon perkembangan teknologi, menyambut mahasiswa untuk tetap berprestasi dan berdayasaing di tingkat Asia bahkan Dunia. (Wakil Rektor I Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM.)