Wakil Rektor (Warek) I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, MT., Ph. D. IPM memberikan cindera mata kepada salah seorang Guru Besar Fakultas Teknik Unisba, Prof.Dr. Ir. HR. Febri Hirnawan yang menjadi keynote speaker dalam Seminar Penelitian Sivitas Akademika Mahasiswa (SPeSIA) Unisba 2018 di Aula Utama Unisba, Senin (13/08).
Salah seorang mahasiswa saat melakukan presentasi karya tulis ilmiah dalam acara Seminar Penelitian Sivitas Akademika Mahasiswa (SPeSIA) Unisba 2018, di ruangan kelas Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Senin (13/08). Seperti tahun sebelumnya, dalam SPeSIA kali ini akan dipilih 10 pemakalah terbaik yang akan diberikan apresiasi secara finansial sebesar 1.500.000 untuk masing-masing pemakalah.
Dari 1214 buah artikel ilmiah yang dipublikasikan berasal dari Fakultas Syariah sebanyak 115 buah, Dakwah/KPI (10), Tarbiyah & Keguruan (47), Hukum (82), Psikologi (128), MIPA (153), Teknik (127), Ekonomi dan Bisnis (186), dan Fakultas Ilmu Komunikasi (178), Fakultas Kedokteran sebanyak 183 artikel. Sejak digelar SPeSIA tiga tahun lalu, hingga saat ini Unisba sudah mempublikasikan 6.148 artikel online yang terindeks google scholar. Upaya inilah yang mengantarkan Unisba memperoleh peringkat ke-30 dari 4.446 PT yang ada di Indonesia versi Sinta (RISTEKDIKTI) per-tangal 12-08-2018 dengan perolehan score 361 dengan dosen sebanyak 339 yang sudah diverivikasi dan yang menghasilkan dokumen scopus sebanyak 79, sitasi scopus 183. Dokumen scholar sebanyak 5,633 dan yang tersitasi 10,384.
“Salah satu kontribusi SPeSIA adalah menghasilkan sitasi atau kutipan makalah online, yang dipublikasikan oleh Scopus,” terang Ketua Panitia SPeSIA, Dadi Ahmadi, S.Sos., M.Ikom.
Terkait dengan tema SPeSIA, tantangan SDM di era revolusi industri 4.0, Wakil Rektor (Warek) I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, MT., Ph. D. IPM. mengatakan, dalam kegiatan akademik perlu melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas. “Sebagai sarjana yang dilahirkan oleh Universitas Islam Bandung yang memiliki karakter 3M, Mujahid, Mujtahid dan Mujadid. Menjadi pejuang, pemimpin dan pembaharu, sebetulnya sudah mencerminkan lulusan Unisba siap menghadapi revolusi industry 4.0,” katanya.
Ada dua kata kunci dalam revolusi industri, yang pertama tantangan di era teknologi digital dan kedua tantanga era disrupsi. Warek I menilai, para mahasiswa sudah siap menghadapi tantangan di era teknologi. Hal ini, katanya, karena mahasiswa termasuk generasi milineal, yang sudah terbiasa menggunakan gadget, akses internet, dan menggunakan jasa online baik jasa mengantar atau menjemputnya. “Tetapi perubahan inilah yang harus kita sikapi, itu semua menggunakan digitalisasi. Sementara di era disrupsi, siapkah kita merubah dari yang lama menjadi berbau teknologi. Jadi disrupsi akan merubah, anda tidak akan menggunakan komunikasi biasa. Komunikasi bisa dilakukan secara jarak jauh dan sebagainya,” terangnya.
SPeSIA ini, lanjut Warek I, akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja intistusisi. Mahasiswa sebagai generasi milenial juga akan belajar bagaima menghadapi persaingan dengan lulusan perguruan tinggi lain. “Harapannya SPeSIA menjadi pembuka. Seminar nasional ini menjadi kesempatan anda untuk menjual konsep. Sebagai seorang pejuang yang sudah belajar di sini kurang lebih 4 tahun, anda mengikuti pesantren mahasiswa, dan pesantren sarjana kemudian dibekali ilmu pengetahuan sesuai dengan kompetensinya di prodi masing-masing.
Jumlah peserta SPeSIA terus meningkat dari tahun-ke tahun. Namun, Warek I berharap, peningkatan kuantitas ini disertai juga dengan peningkatan kualitas agar penelitian yang dilakukan mahasiswa lebih bermakna.
“Di SPeSIA ini ada cek plagiasi. Masalah ini sangat penting karena sebagai mahasiswa yang berkecimpung di dunia pendidikan hal tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu kejahatan akademik dan jangan sampai anda melakukan plagiasi karena anda akan menjadi seorang sarjana,” tegas Warek I.
Seperti tahun sebelumnya, dalam SPeSIA kali ini akan dipilih 10 pemakalah terbaik yang akan diberikan apresiasi secara finansial sebesar 1.500.000 untuk masing-masing pemakalah. Kemudian dari yang terbaik akan dipilih lagi satu yang terbaik dari seluruh peserta dan mendapatkan hadiah sebesar Rp 2.000.000.
Warek I berharap, SPeSIA ini menjadi ajang mempersiapkan para lulusan menghadapi era revolusi industry 4.0. Beliau mengingatkan, dalam forum ekonomi dunia disebutkan, paling tidak ada 10 skill yang harus dimiliki para lulusan di tahun 2020, yakni (1) skill sebagai problem solving menjadi kata kunci, (2) Critical thinking, (3) creative dan innovative, (4). Skill tentang leadership, (5) Team working, (6) Emotional intelligence, (7) Decession making, (8) Customer service action, (9) Kemampuan berkomunikasi, dan (10) Fleksibilty
dan adaptibity.
“Itu yang perlu dipersiapkan oleh kita sendiri. Semoga SPeSIA ini bisa memberikan tambahan pengalaman dan wawasan dalam menghadapi dan mempertahankan karya ilmiah saudara-saudara semua,” pungkas Warek I. (Feari/Sari)